Mural dan wallpaper memang menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan dalam dekorasi dinding.

Meskipun dari segi tampilan nampak mirip saat sudah dipasang di tembok, keduanya memiliki banyak sekali berbedaan.

Namun tidak sedikit yang tahu perbedaan antara wallpaper dan mural. Padahal mengetahui perbedaan antara wallpaper dan mural sangatlah penting khususnya bagi Anda yang ingin mendekorasi dinding pada properti Anda.

Dengan mengetahui perbedaan antara wallpaper dan mural dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan mana yang paling tepat untuk dekorasi dinding Anda.

Untuk itu mari kitas simak sama-sama mengenai perbedaan mural dengan wallpaper secara mendalam.

Perbedaan Wallpaper Dan Mural: Proses Produksi

perbedaan proses produksi wallpaper dan mural
Proses Produksi Wallpaper VS Mural

Proses produksi tentu menjadi hal paling dasar terlihat saat membedakan mural dan wallpaper.

Metode pengerjaan mural biasanya diawali dengan membuat ilustrasi atau desain mural yang akan dibuat.

Setelah desain sudah siap, proses selanjutnya yaitu menggambar desain yang sudah ditentukan langsung pada bidang tembok atau media lainnya yang ingin dimural dengan menggunakan cat.

Karena digambar secara langsung, butuh tenaga profesional seperti pelukis untuk menghasilkan gambar mural yang sempurna. Untuk proses cara membuat mural secara detail, Anda bisa lihat disini.

Berbeda dengan wallpaper yang dalam proses produksinya tidak menggambar langsung pada permukaan tembok atau media lain yang ingin diaplikasikan wallpaper tersebut.

Metode produksi wallpaper biasanya berupa cetakan permukaan atau kertas timbul dengan tekstur, pola, dan warna sesuai dengan desain yang telah ditentukan.

Wallpaper juga biasanya dijual dalam bentuk gulungan dengan ukuran yang variatif.

Perbedaan Wallpaper Dan Mural: Ruang, Lokasi Dan Penggunaan

Sebenarnya dari segi penggunaan, mural dan wallpaper tidak direkomendasikan untuk diaplikasikan di semua ruangan sesuai apa yang kita inginkan.Karena material yang digunakan dari mural dan wallpaper jelas sekali berbeda.

Selain dari segi material, tentu saja ukuran wallpaper dan mural dengan ruangan yang akan diaplikasikan juga sangat mempengaruhi hasil akhir dari segi tampilan.

Beberapa hal tersebut tentu saja berlaku untuk memutuskan antara menggunakan wallpaper atau mural dinding.

Perbedaan penting antara wallpaper dan mural dinding adalah di mana mereka digunakan. Anda bisa menutupi seluruh dinding ruangan, dan bahkan langit-langit dengan wallpaper.

Namun, kecil kemungkinan Anda akan memasang mural dinding di seluruh dinding ruangan. Biasanya mural dinding digunakan pada satu dinding. Karena penggunaan mural tersebut bertujuan untuk menjadi aksen yang menarik perhatian.

Tujuan wallpaper juga agak berbeda dari tujuan mural dinding. Mural dinding dapat digunakan sebagai iklan, itulah sebabnya terkadang Anda melihatnya di luar ruangan. Bahkan jika digunakan di dalam ruangan , mural dapat mengiklankan perusahaan atau produk.

Biasanya, wallpaper dapat menambah daya tarik visual ke sebuah ruangan atau menyatukan desain. Tapi itu tidak akan menjadi titik fokus sebuah ruangan, seperti mural dinding besar.

Jika Anda berencana untuk mendekorasi ruangan Anda menggunakan mural atau wallpaper, buat skema dan putuskan ruang yang dibutuhkan untuk memproyeksikan estetika yang Anda inginkan.

Untuk ruangan berukuran kecil, Anda bisa menggunakan wallpaper  cetak  dengan skala kecil seperti ubin.

Sedangkan untuk ruangan yang berukuran besar dan memanjang seperti koridor misalnya, mural menjadi pilihan yang cocok dengan penggunaan perabotan dibuat minimal dan sederhana agar tidak menimbulkan kekacauan dan gangguan.

Mural dinding adalah sebuah karya seni tersendiri dan jika ada terlalu banyak elemen yang bersaing untuk mendapatkan perhatian, ruang tersebut akan terlihat kacau dan membingungkan.

Mural dinding juga bagus digunakan dalam pengaturan komersial dan residensial dan dapat memiliki pengaruh yang sangat besar. Mural dinding menciptakan dampak yang sangat besar dan dapat langsung memikat dan menarik perhatian siapa pun dalam suasana komersial seperti resepsionis kantor atau lobi hotel.

Memilih wallpaper daripada mural juga dapat memberi Anda kemampuan untuk bermain lebih banyak dengan detail dan aksesori yang lebih kecil yang mungkin terlalu berlebihan saat dipasangkan dengan mural dinding skala besar.

Beberapa tempat yang cocok menggunakan wallpaper meliputi:

  • Di kamar mandi di rumah
  • Di dapur
  • Di ruang tamu
  • Di kantor atau ruang konferensi
  • Di lemari
  • Di ruang makan
  • Di kamar tidur

Beberapa tempat yang cocok menggunakan mural meliputi:

  • Di ruang tunggu bisnis
  • Di ruang konferensi
  • Di ruang tamu, di salah satu dinding
  • Di ruang makan, di satu dinding
  • Di kafe atau restoran
  • Di toko
  • Di pusat perbelanjaan
  • Di luar gedung

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa wallpaper tidak terbatas untuk digunakan di dinding. Anda bisa berkreasi menggunakan wallpaper dengan cara dipotong-potong menyesuaikan ukuran media yang akan diaplikasikan seperti meja makan misalnya.

Anda juga dapat memotong wallpaper agar sesuai dengan bingkai dan menggantungnya di dinding sebagai objek dekoratif.

Sebenarnya mural juga dapat diaplikasikan dimanapun dengan desain yang disesuaikan dengan media yang akan diaplikasikan tentunya. Akan tetapi, mural akan jauh lebih menarik perhatian dan menjadi point of view ketika diaplikasikan pada beberapa tempat yang telah disebutkan di atas.

Rancangan, Pola, Kedalaman, Realisme & Detail

perbedaan wallpaper dengan mural
Mural VS Wallpaper

Wallpaper menawarkan tampilan simetris yang lebih menyeluruh sedangkan mural lebih unik dan bervariasi di seluruh permukaannya.

Wallpaper menampilkan pola yang sering berulang, sedangkan mural sendiri lebih variatif menyesuaiakn desain yang hendak digambar sesuai selera penggunanya.

Ada juga banyak mural yang mirip dengan wallpaper karena memiliki skema yang lebih repetitif tetapi dicetak secara digital untuk memberikan Anda detail dan kustomisasi berkualitas tinggi yang ditawarkan oleh sebuah mural.

Wallpaper dan mural memberikan tampilan yang sama sekali berbeda. Jika wallpaper membantu menciptakan dimensi dan kedalaman dalam suatu ruang, sedangkan mural lebih dari sekadar menambahkan lebih banyak kedalaman dan ilusi yang dapat mengelabui persepsi seseorang.

Mural juga memberikan sedikit detail ekstra yang tidak berulang sedangkan wallpaper memberikan kesan yang lebih menyeluruh dan berulang untuk tampilan yang lebih seragam.

Baik wallpaper dan mural dinding adalah pilihan yang bagus untuk menciptakan ketertarikan visual, kedalaman, tekstur, dan warna dalam sebuah interior.

Mengambil keputusan tentang gaya apa yang paling cocok untuk Anda akan bergantung pada skema dan suasana keseluruhan yang ingin Anda ciptakan. Keduanya memiliki manfaatnya sendiri dan apa pun yang akhirnya Anda pilih, pernyataan yang Anda buat akan menjadi tak tertandingi dan sangat berdampak!

Perbedaan Wallpaper Dan Mural: Bahan

Salah satu perbedaan besar antara wallpaper dan mural dinding adalah jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya. Baik wallpaper maupun  mural dinding  bisa dibuat dengan menggunakan berbagai bahan.

Karena dibuat secara langsung pada media yang akan diaplikasikan (dinding / pintu / media lainnya) tentu bahan yang digunakan dalam pembuatan mural berbeda dengan wallpaper.

Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan mural yaitu sebagai berikut:

  1. Cat dasar / primer

Bahan yang digunakan untuk membuat mural yaitu cat dasar. Langkah awal dalam membuat lukisan dinding mural yaitu menyiapkan dindingnya. Dinding yang akan diaplikasikan mural biasanya diampelas terlebih dahulu agar lebih halus (khususnya untuk dinding dengan kondisi yng kurang baik), kemudian dicat menggunakan cat dasar. Karena kondisi dinding akan mempengaruhi kulitas muralnya sendiri. Cat dasar ini biasanya dilakukan untuk menyesuaikan konsep gambar yang akan dilukis pada dinding tersebut.

  1. Cat lukis (water based/oil based)

Terdapat dua jenis cat lukis yang biasa digunakan dalam pembuatan mural yaitu water based dan oil based. Jenis cat lukis ini bisa dipilih tergantung kebutuhan. Karena setiap jenis cat lukis ini akan memberikan efek yang berbeda. Tim IMURAL sendiri menggunakan cat lukis water based yaitu acrylic dalam proses pembuatan mural. Selain mudah diaplikasikan dan pilihan warnanya bnyak, jnis cat lukis ini memiliki kualitas yang cukup baik untuk pembuatan mural.

  1. Cat pelapis / clear coating

Setelah membuat mural menggunakan cat acrylic, tahap membuat mural tidak selesai sampai disitu. Anda butuh cat pelapis / clear coating sebagai finishing. Tujuan digunakannya cat ini yaitu agar mural bisa bertahan lama (baik terhadap cuaca maupun sentuhan). Cat pelapis ini berwarna bening sehingga tidak memberikan efek warna lain terhadap mural yang sudah dibuat. Terdapat dua jenis cat pelapis / clear coating yaitu mengkilap dan tidak mengkilap.

  1. Pengencer cat (thinner / air)

Dalam membuat mural, tidak hanya menggunakan cat lukis saja. Tapi cat lukis tersebut harus dicampur dengan thinner atau pengencer cat. Jika menggunakan cat lukis water based, bisa langsung mencampurkannya dengan air sesuai dengan takaran.

Itu dia beberapa bahan yang digunakan untuk membuat mural. Nah, untuk wallpaper sendiri terbuat dari berbagai jenis bahan yaitu sebagai berikut:

  1. Lining Paper

Lining paper merupakan salah satu wallpaper dengan desain polos tanpa gambar apapun. Biasanya hanya berupa warna putih atau polos sehingga tidak dicetak. Tujuannya lebih untuk menutupi ketidaksempurnaan di dinding daripada menambah daya tarik visual pada dinding. Jika dinding rumah Anda terlihat kusam dan sudah tidak bagus lagi secara visual namun tetap ingin menampilkan tampilan asli dinding, Anda bisa menggunakan wallpaper jenis ini.

2. Cellulose

Serat selulosa memiliki sifat kepadatan yang tinggi dan kebanyakan wallpaper tradisional cenderung terbuat dari selulosa, bahan bernapas yang tidak tahan air. Tinta yang digunakan pada wallpaper selulosa cenderung pudar saat terkena sinar matahari.

3. Grasscloth

Grasscloth terbuat dari sejenis serat alami, seperti bambu atau rami, yang ditempelkan di atas kertas beras. Wallpaper grasscloth  biasanya tersedia dalam gulungan 36 inci . Wallpaper dengan jenis bahan ini tidak tahan air dan dalam perawatannya memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dibandingkan wallpaper lainnya.

4. Kertas atau kain  berlapis vinil

Wallpaper berlapis vinil lebih tahan air daripada kertas biasa atau berbahan selulosa. Wallpaper jenis ini biasanya digunakan di area dengan kelembapan tinggi, seperti kamar mandi atau dapur.

5. Vinyl

Wallpaper dengan bahan vinyl ini paling umum dan banyak digunakan untuk dekorasi dinding karena lebih unggul jika dibandingkan dengan bahan lainnya. Wallpaper vinil sangat tahan lama, tahan air dan mudah dibersihkan.

6. Velvet-flocked paper

 Beberapa jenis wallpaper memiliki lapisan seperti beludru, yang membuat permukaan terasa lembut dan tidak jelas. Wallpaper yang memiliki karakteristik tersebut biasanya menggunakan bahan velvet-flocked paper.

7. Foil

Pernahkah Anda melihat wallpaper dinding yang mengkilap? Jika Anda pernah melihat wallpaper mengkilap, itu merupakan wallpaper yang berbahan foil. Karena salah satu keunggulan wallpaper foil yaitu teksturnya yang mengkilap secara visual. Namun wallpaper foil biasanya perlu digunakan bersama dengan kertas pelapis, karena lebih tipis dari bahan lainnya.

8. Non-woven

Wallpaper non-woven terbuat dari campuran bahan alami dan sintetis. Ini dimaksudkan untuk menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk wallpaper vinil.

Perbedaan Wallpaper Dan Mural: Proses Aplikasi

Proses pengaplikasian wallpaper sedikit berbeda dengan proses pemasangan mural dinding. Cara Anda menggantung wallpaper tergantung pada jenis kertas yang Anda gunakan. Ada beberapa cara berbeda untuk mengaplikasikan wallpaper, beberapa di antaranya lebih rumit daripada yang lain.

Apa pun jenis penutup dinding (wallpaper/mural) yang Anda pasang , langkah pertama biasanya adalah menyiapkan dinding untuk kertas. Berapa banyak pekerjaan persiapan yang perlu Anda lakukan sebagian besar tergantung pada kondisi dinding.

Anda mungkin perlu menghapus wallpaper yang ada agar kertas baru dapat diaplikasikan dengan bersih dan lancar. Jika dindingnya dicat, Anda bisa mengelapnya dengan air, lalu biarkan sampai mengering.

Selanjutnya, amplas dinding untuk menghaluskannya dan menghilangkan gundukan. Jika ada penyok atau lubang pada dinding, sebaiknya isi dengan senyawa drywall, biarkan mengering selama 24 jam, lalu ampelas. Setelah Anda mengamplas dinding, seka lagi dengan spons basah dan biarkan mengering semalaman.

Langkah persiapan terakhir adalah mengoleskan lapisan primer ke dinding yang akan Anda wallpaper, lalu biarkan mengering selama beberapa jam.

Cara Memasang Wallpaper

Jika wallpaper tidak berperekat, Anda harus menghaluskannya dan menyebarkannya pada permukaan yang rata, seperti permukaan kerja. Wallpaper harus benar-benar rata. Selanjutnya, Anda perlu melapisi bagian belakang wallpaper dengan perekat, menggunakan pola angka delapan.

Sebaiknya potong wallpaper hingga beberapa inci lebih panjang dari tinggi dinding. Biarkan inci ekstra tidak ditutup dengan perekat, sehingga Anda dapat mengambilnya dengan mudah.

Setelah Anda menutupi bagian belakang kertas dengan perekat, angkat dengan hati-hati dan ratakan ke dinding. Untuk memastikan Anda menghilangkan semua gelembung udara, gunakan sikat penghalus. Gunakan pisau untuk menghilangkan kelebihan wallpaper di bagian atas atau bawah.

Jika Anda mengerjakan wallpaper berperekat, Anda bisa melewatkan langkah mengecat perekat ke bagian belakang kertas. Sebagai gantinya, potong wallpaper sesuai panjang yang diinginkan, lalu posisikan di dinding, mulai dari atas. Lepaskan alasnya, lalu ratakan kertas ke dinding. Gunakan alat pembersih yg terbuat dr karet untuk mendorong keluar gelembung udara.

Proses Aplikasi Mural

Cara mengaplikasikan mural dinding yaitu sebagai berikut:

Langkah awal yaitu aplikasikan cat dasar pada dinding untuk menyesuaikan konsep desain (jika dibutuhkan latar belakang). Tentukan skala dari desain yang menjadi referensi dengan skala pada dinding agar mural yang dibuat sesuai ukurannya.

Membuat sketsa desain pada media yang akan di mural. Jika sketsa sudah selesai dibuat, langkah berikutnya yaitu mewarnai mural tersebut menggunakan cat (dalam pembuatan mural, IMURAL menggunakan cat akrilik), biarkan sampai mengering.

Jika sudah mengering, tahap mengaplikasikan mural tidak selesai sampai disitu. Untuk menyempurnakan hasil lukisan dinding atau mural, biasanya digunakan cat pelapis atau coating.

Instalasi DIY Atau Profesional

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengaplikasikan wallpaper atau mural dinding. Anda dapat melakukan pekerjaan itu sendiri, tetapi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, lebih disarankan untuk menggunakan jasa mural profesional. Baik wallpaper maupun mural, Anda bisa mempercayakannya pada tim profesional seperti IMURAL.

Perbedaan Wallpaper Dan Mural: Desain

Desain yang akan Anda temukan pada wallpaper seringkali sangat berbeda dari desain yang digunakan untuk membuat mural dinding. Pola yang tersedia pada wallpaper biasanya diproduksi secara massal dan tersedia untuk dibeli di toko-toko.

Hanya di IMURAL Anda bisa mendapatkan wallpaper dengan desain eksklusif yang dilukis langsung oleh pelukis profesional

Berbeda dengan wallpaper, Mural dinding sering kali menampilkan desain khusus. Anda bisa membuat mural dinding dari sebuah foto atau gambar yang disediakan perusahaan Anda. Anda juga bisa mendesain mural dinding Anda dengan menggunakan logo atau warna perusahaan Anda.

Skala desainnya berbeda antara mural dinding dan wallpaper. Anda cenderung melihat skala yang lebih kecil, pola berulang pada wallpaper. Desain seperti fleur-de-lis, garis-garis, motif bunga, dan titik semuanya sudah tidak asing lagi.

Untuk mural sendiri lebih variatif. Anda dapat mengaplikasikan mural dengan desain pola kecil bahkan desain yang besar sekalipun. Desain pada sbeuah mural juga dapat berupa nama merek atau nama keluarga, bahkan slogan atau kutipan.

Penataan desain juga berbeda antara wallpaper dan mural dinding. Bergantung pada ukuran mural, seluruh desain mungkin muat pada satu panel. Jika muralnya sangat besar, sebagian dari desain mungkin muncul pada satu panel, bagian berikutnya pada panel kedua dan sisanya pada panel ketiga. Biasanya, wallpaper dijual dengan gulungan, dan setiap gulungan memiliki desain yang identik.

Perbedaan Wallpaper Dan Mural: Ketahanan Dan Perawatan

Satu kesamaan yang dimiliki wallpaper dan mural dinding adalah keduanya dapat memiliki umur yang panjang jika Anda merawatnya dengan benar. Wallpaper dan mural dinding bisa bertahan selama bertahun-tahun. Anda mungkin merasa bosan dengan desain mural atau wallpaper sebelum usang.

Pemasangan yang tepat sangat penting jika Anda ingin wallpaper atau mural Anda bertahan lama. Begitu juga dengan menjaga kebersihan wallpaper atau mural dan melindunginya dari kerusakan.

Perawatan untuk wallpaper dan mural sedikit berbeda, tergantung pada bahannya. Beberapa jenis wallpaper sensitif terhadap kerusakan kelembaban, jadi hindari wallpaper Anda jangan sampai basah. Berbeda dengan wallpaper vinil yang dapat diseka bersih dengan spons basah. Jika Anda ingin membersihkan wallpaper vinil, hindari menggunakan pembersih yang keras, seperti pemutih. Pemutih dan pembersih kuat lainnya dapat merusak bahan.

Untuk pembersihan wallpaper yang tidak bisa basah, sebaiknya menyikat permukaan dengan kain lembut atau kemoceng. Anda juga dapat mencoba menyedot debu di dinding untuk menghilangkan debu.

Jika Anda perlu menghilangkan noda dari wallpaper yang tidak bisa basah, cara terbaik Anda adalah menggunakan produk yang disebut wallpaper dough. Wallpaper dough menyerap noda dari permukaan dinding. Ini dapat digunakan kembali dan biasanya ditemukan di hardware store.

Untuk segi ketahanan mural biasanya berbeda tergantung dimana mural itu diaplikasikan. Mural indoor biasanya juh lebih awet dibandingkan dengan outdoor. Karena cuaca dan suhu ruangan sangat berpengaruh pada ketahanan cat mural itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *