• WALL DECORATION MURAL

fotografi levitasi

Teknik Fotografi Levitasi, Ciptakan Foto Seru Sambil Melayang

Setelah sebelumnya membahas tentang pengertian fotografi menurut para ahli dan jenis-jenis fotografi, kali ini iMural akan membahas tentang salah satu teknik dalam fotografi yang cukup digandrungi, yaitu fotografi levitasi.

Fotografi levitasi bukan merupakan hal yang baru di dalam dunia fotografi. Teknik ini sudah diterapkan oleh Jacques Henri Lartigue pada tahun 1905 dalam karyanya yang berjudul “Cousin ‘Bichonade’ in Flight”. Kemudian, teknik fotografi levitasi ini kembali populer di masyarakat setelah seorang fotografer Jepang, Natsumi Hayashi, mengunggah foto-foto levitasi hasil jepretannya ke situs web pribadinya.

Pengertian Levitasi

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, levitasi merupakan salah satu teknik yang ada di dalam fotografi. Teknik levitasi akan membuat objek dalam foto seolah melayang. Dalam pembuatannya, fotografi levitasi ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun melalui proses editing.

Objek yang ditampilkan di dalam foto levitasi ini bisa manusia, hewan, maupun benda mati yang dibuat seolah melayang. Foto melayang yang dihasilkan dari teknik ini bisa tampak menarik karena menghadirkan hal yang tidak biasa di gambaran hal yang biasa.

Teknik Levitasi

levitasi

Bagi Anda yang ingin mencoba untuk membuat foto dengan teknik levitasi, berikut tutorial levitasi yang dapat Anda ikuti. Anda bisa menggunakan perangkat apa saja yang Anda miliki, seperti: kamera ponsel, kamera SLR/DSLR, maupun editing dengan Photoshop.

Teknik levitasi dengan kamera SLR/DSLR

Yang paling Anda butuh untuk kuasai dalam teknik fotografi levitasi adalah mengenai shutter speed. Karena, teknik ini sangat berkaitan dengan kecepatan.

Yang pertama, Anda dapat memilih waktu yang cukup terang untuk melakukan pemotretan. Bisa dilakukan di antara pagi sampai sore hari. Hal tersebut dibutuhkan karena teknik fotografi levitasi ini akan menggunakan shutter speed yang sangat cepat, maka membutuhkan pencahayaan yang cukup agar hasil gambarnya tidak gelap.

Atau, Anda bisa mengubah eksposur—atau yang disebut juga dengan mode pemotretan—pada kamera Anda dan gunakan mode shutter priority. Pada kamera, biasanya tertulis dalam simbol S dan bisa diatur dengan cara memutar tombol mode-dial pada kamera.

Namun, untuk awalan, Anda disarankan untuk menggunakan mode shutter priority dan selanjutnya mengubah shutter speed dengan kecepatan minimal 1/800s. Hal ini penting untuk mengurangi motion blur pada gambar yang dihasilkan.

Selanjutnya, Anda bisa mengubah setting drive-mode dan gunakan jenis shoot “Continuous Shooting”.

Ketika memotret, Anda harus mengusahakan untuk bisa menjangkau bayangan model yang sedang melakukan levitasi. Hal ini perlu Anda lakukan agar foto yang Anda hasilnya lebih tampak nyata.

Teknik levitasi dengan kamera ponsel

fotografi levitasi

Sebelumnya telah disebutkan bahwa hal yang penting dalam pengambilan foto levitasi adalah shutter speed. Namun, fitur ini tidak dapat ditemukan di kamera ponsel. Lalu, apakah Anda tidak dapat membuat foto levitasi dengan menggunakan ponsel? Jawabannya, tentu saja bisa! Berikut akan dijabarkan tutorial levitasi yang bisa Anda lakukan dengan kamera ponsel.

Hal yang dapat Anda lakukan untuk menggunakan teknik fotografi levitasi dengan kamera ponsel adalah dengan mengoreksi fitur ISO dalam kamera ponsel. Salah satu fitur fotografi yang bisa Anda temukan di dalam kamera ponsel adalah ISO.

Menurut teori fotografi, jika ISO diturunkan, maka shutter speed pada sebuah kamera akan semakin cepat. Sedangkan jika ISO ada dalam mode yang tinggi, maka shutter speed menjadi lambat. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk menaikkan shutter speed pada kamera ponsel adalah dengan menurunkan mode ISO menjadi ISO 100.

Namun, efek lain dari diturunkannya ISO tersebut adalah hasil fotonya yang akan tampak seperti kekurangan cahaya. Maka dari itu, sebisa mungkin Anda harus melakukan foto levitasi dengan kamera ponsel di ruangan terbuka yang terkena sinar cukup baik.

Kemudian, pilihlah mode fokus pada mode fokus makro.

Lalu, saat pengambilan foto levitasi, cara Anda menekan tombol shutter pada kamera ponsel dapat dilakukan dengan cara menekan terus menerus tombol shutter pada layar dan mengikuti model melompat. Pada saat tombol shutter ditekan dan belum dilepas, maka foto belumlah terambil oleh kamera ponsel Anda.

Saat model telah berpose levitasi, maka saat itulah Anda dapat mengambil gambar model tersebut dengan melepas tombol shutter yang sudah Anda tekan.

Teknik levitasi dengan Photoshop

Untuk membuat foto-foto levitasi dengan pose yang ekstrim, biasanya editing dengan menggunakan Photoshop-lah yang menjadi jawabannya.

Untuk membuat foto levitasi dengan menggunakan Photoshop, Anda akan membutuhkan dua foto dengan latar belakang yang sama persis. Satu foto hanya latar belakangnya saja, dan satu foto lagi latar belakang dengan model melayang yang menggunakan alat bantu. Anda dapat menggunakan tripod saat pengambilan gambar agar komposisi latar tetap terjaga dan tidak berubah.

Nah, untuk langkah-langkah membuat foto levitasi di Photoshop adalah sebagai berikut:

  • Anda harus menumpuk kedua foto tadi menjadi dua layer dengan cara drag and drop foto yang hanya berisi latar belakang atau background  saja ke atas foto yang bermodel. Kemudian sejajarkan.
  • Turunkan opasitas dari foto yang hanya berisi latar belakang saja, menjadi sekitar 80%.
  • Tambahkan layer mask pada foto latar belakang tersebut dan Anda bisa mulai menghapus foto di bagian model yang seolah-olah melayang tersebut.
  • Semakin Anda teliti dalam melakukan tahap penghapusan tersebut, maka akan semakin bagus foto levitasi yang bisa Anda hasilkan.

Tips dan Trik Fotografi Levitasi

fotografi levitasi

Walaupun tampak sederhana, tapi membuat foto dengan teknik fotografi levitasi ini tidaklah mudah. Berikut beberapa tips dan trik yang bisa Anda gunakan jika Anda ingin mempraktikkan teknik fotografi levitasi ini:

Tips untuk model saat foto levitasi

Dalam fotografi levitasi yang dilakukan secara manual, Anda akan membutuhkan model yang tahu cara melakukan levitasi dan membuat pose seolah-olah dia melayang tanpa beban. Untuk membuat kesan tanpa beban tersebut, sang model sebisa mungkin harus melakukan tips-tips berikut ini.

  1. Model yang melakukan levitasi menghadap ke samping disarankan untuk menekuk kedua kakinya ke belakang sekitar 45 derajat dan sedikit mencondongkan badan ke depan agar kesan melayang lebih yang dihasilkan oleh fotonya dapat lebih terasa.
  2. Jika melakukan levitasi menghadap kamera disarankan untuk berpose dengan kaki lurus ke bawah saja.
  3. Melompat di tempat dan tidak perlu sambil berlari. Karena, jika model melompat sambil berlari, sang fotografer akan lebih sulit untuk mendapatkan frame yang pas.
  4. Ekspresi wajah model sewajarnya saja. Bisa disesuaikan dengan kegiatan yang sedang dilakukan, terlebih jika model tidak melihat ke arah kamera agar terkesan candid.
  5. Foto levitasi ini akan lebih menarik saat dipublikasikan jika mengangkat satu tema dengan menggunakan aksesori yang mendukung. Contohnya, model bisa berlevitasi dengan menaiki sapu, membawa payung, atau seolah membaca buku.
  6. Mencari lokasi foto yang unik. Sebagai contoh, bisa melakukan foto melayang di pasar dengan konsep berbelanja, memasak di dapur, dan lain sebagainya.
  7. Model di dalam foto levitasi sebisa mungkin harus menghidupkan agar foto tersebut bisa tampak “bercerita”. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengambil tema fotografi levitasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  8. Pakaian yang digunakan oleh model bisa ditambahkan dengan peniti, penjepit kertas, atau alat penjepit baju lainnya. Hal ini dilakukan agar baju yang digunakan oleh model tidak tersingkap atau tampak menggembung saat berlevitasi.
  9. Model bisa menggunakan hair spray/gel agar saat melompat tidak tampak berantakan. Opsi lain yang bisa digunakan oleh model adalah menguncir rambut, memakai bando, atau menggunakan topi.
  10. Jangan sampai terlalu lelah saat melompat dan pastikan lokasi tersebut adalah lokasi yang aman untuk digunakan melompat.

Tips untuk fotografer

fotografi levitasi

Teknik fotografi levitasi yang dilakukan tanpa editing tidak harus menggunakan kamera profesional (SLR/DSLR) yang mahal. Bahkan, Anda bisa membuat foto melayang dengan hanya bermodalkan kamera ponsel. Berikut yang dapat dilakukan oleh fotografer agar foto levitasi yang dihasilkan tampak sempurna.

  1. Foto levitasi yang menggunakan kamera SLR/DSLR bisa memanfaatkan burst mode (Continuous Shooting). Dengan sekali tekan shutter, Anda dapat menghasilkan beberapa foto sekaligus. Jadi, Anda tinggal memilih foto mana yang paling pas pose levitasinya.
  2. Anda bisa menghafalkan shutter lag kamera yang Anda miliki. Shutter lag merupakan lamanya jeda dari saat Anda menekan tombol shutter sampai gambar tertangkap oleh kamera. Karena, setiap kamera memiliki shutter lag yang berbeda.
  3. Jika melakukan foto levitasi di luar ruangan, Anda harus dapat memastikan ada sinar matahari langsung agar bayangan dapat tampak sehingga memberikan efek levitasi yang lebih terlihat.
  4. Anda dapat menggunakan shutter speed yang tinggi. Karena, cahaya cukup banyak berperan dalam mendapatkan shutter speed yang tinggi, fungsinya untuk membekukan gerakan (freezing motion).
  5. Jika Anda menggunakan kamera ponsel, sebisa mungkin pilih lokasi levitasi yang berada di luar ruangan (outdoor) dengan cahaya matahari langsung agar bisa mendapatkan shutter speed yang tinggi.
  6. Pilih sudut pengambilan gambar dengan posisi kamera lebih rendah dari model (low angle) agar model bisa tampak lebih tinggi dan melayang.
  7. Anda juga dapat menggunakan sudut pengambilan high angle dengan catatan harus ada bayangan dan model tampak terpisah dengan bayangan saat model sedang melakukan levitasi.

Cara memotret orang lompat

Dari sekian banyak penjabaran tutorial letivasi di atas, hal yang bisa dibilang cukup sulit adalah membuat model yang ada di dalam foto benar-benar tampak melayang.

Sebab, bukan hanya sekadar model yang tahu cara melakukan levitasi dengan benar yang dibutuhkan, tetapi juga fotografer yang bisa mendapatkan timing yang pas untuk memotret.

Cara yang dapat Anda gunakan untuk memotret orang yang sedang melompat adalah Anda harus memfokuskan kamera Anda ke model yang akan difoto terlebih dahulu.

Pada saat Anda memfokuskan kamera, model yang akan melakukan lompatan ini tidak perlu melompat terlebih dulu.

Setelah fokus, berilah aba-aba kepada sang model untuk melompat. Misal dengan hitungan 1, 2, 3. Nah, pada hitungan ketiga tersebut, model harus melompat dan Anda harus menekan shutter.

Pastikan lompatan model dan waktu saat Anda menekan tombol shutter dapat bersamaan. Demikianlah, tutorial levitasi yang bisa kami bagi, sudahkah Anda berniat untuk berlevitasi hari ini?

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *